Posted by: heryes | 1 September 2007

jurnal pku (dua dari dua, selesai)

hari rabu, londonya jemput jam tujuh lebih tiga puluh menit sesuai janji malem sebelumnya karena di hari terakhir itu hanya ntuk final check.

kali ini sinar mentari yang lembut terasa hangat saat menerobos masuk kabin ford ranger yang kami kendarai menuju lokasi. sedikit social time, londo yang ternyata asli new zealand ini akan pulang kampung ke negerinya sono bulan depan (september 2007, pen).

meski final checknya hanya berlangsung kurang dari lima menit tapi si sumitomo 100 ton all terrain crane nya ini pagi-pagi dah cabut di area milling nya rapp. berputar-putar diarea pabrik itu jadi ‘trace-back’ dan mengingatkanku akan pabrik gula (salah satu yang terbesar di indonesia) di djatiroto, my place, a smallville in east java, tempat ’sebe’ mencari sesuap nasi ntuk keluarga kecil kami.. mom, dad n sis i missed u all.

setelah ketemu dan menjelaskan tujuan pemasangan alat tersebut yang hanya spesifik ntuk satu proyek dan bersifat sementara kepada opung maidi operatornya, kami pun langsung menuju kantor ptsi dan pak londonya kontak transport ntuk drop ke bandara.

jam sebelas lebih sepuluh menit baru sampai di sultan syarif kasim II, ambil tiket di counter citylink dan voila!! thanked god i’m in, sepanjang perjalanan pkl.kerinci-pekanbaru banyak truk yang memuat kayu-kayu dari rapp yang jalannya ‘tunuk-tunuk’ alias ‘nggremet’ bin lambreta bow.

sebelum check in ada sebuah counter yang menawarkan jasa segel tas yang akan di taruh bagasi dengan upah sebesar lima ribu yang sangat bahkan cukup ‘affordable’ -bagus jika diterapkan disetiap bandara di indonesia. yah meskipun isi dalam tas cuman dua potong kaus, ‘daleman’ dan sebuah overall serta tool bag tapi memberi rasa nyaman, hehe.. (jadi inget ama laptopnya meneer yang ilang di jakarta gara-gara ditaruh di bagasi walaupun tas nya terkunci bahkan di iket pake cable ties! 🙂

menuju ruang tunggu keberangkatan domestik ternyata cuman ada dua gate atau pintu yang all-in-one dalam satu lounge aja (maklum non-exec lounge siiy) hehe.. padahal pekanbaru kan ibukota riau daratan yak?

sedikit terpancing dengan indikator ’smoking area’ tak luput membuatku sumringah sambil mendengar alarm kriuk-kriuk yang khas kulenggangkan kaki dengan sigap menuju tempat tersebut yang meskipun kring-kring tapi cukup melegakan dengan sedal-sedul berasap putih yang tidak dilarang, hehe :p

lima belas menit kemudian langsung diumumkan ntuk naik ke si 737 yang ada coretan berwarna-warni ala anak tk itu, hihi..

goes back to batam, the end.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: